media-nasional.com – Apakah kamu seorang pelaku bisnis? Jika iya, tentu kamu harus paham betul perbedaan cashflow (arus kas), revenue (penjualan) dan profit (keuntungan).

Dalam pengembangan usaha, kamu perlu mengetahui definisi ketiga istilah ekonomi di atas beserta perbedaannya.

Ada beberapa istilah yang sepertinya menunjuk kepada hal yang serupa tapi sebenarnya mengandung arti berbeda.

Mari kita belajar bersama perbedaan dari cashflow, revenue, dan profit dalam bisnis yang kamu sedang jalankan.

Pengertian Revenue (Pendapatan)

Revenue atau pendapatan adalah semua bentuk pemasukan yang diperoleh perusahaan di dalam periode waktu tertentu, seperti pendapatan bulanan, kuarter, semester, maupun tahunan.

Pendapatan utama yang diperoleh perusahaan umumnya bersumber dari hasil penjualan barang atau jasa.

Namun penerimaan juga bisa dari sumber lainnya seperti hasil investasi dan bunga deposito.

Contohnya, kamu mempunyai usaha menjual gorengan. Dalam 1 bulan, kamu bisa menjual 3000 buah gorengan dengan harga Rp1.000 per gorengan. Maka pendapatan dari penjualan gorenganmu adalah Rp3.000.000 per bulan.

Pendapatan dibagi dua jenis, ada yang berupa pendapatan tunai dan pendapatan yang belum dilunasi pembayarannya (piutang usaha).

Dalam suatu usaha, biasanya pendapatan diakui saat sudah dikeluarkan tagihan kepada pembeli. Baik tagihan tersebut sudah dibayar ataupun belum.

Dalam revenue atau pendapatan, kita belum memperhitungkan komponen biaya-biaya apapun, hanya seluruh penerimaan yang diperoleh.

Pengertian Profit (Keuntungan)

Pengertian paling sederhana dari profit adalah pendapatan dikurangi dengan biaya lain misalnya modal.

Seandainya untuk menghasilkan pendapatan Rp10.000.000 kamu mengeluarkan biaya sebesar Rp8.000.000, maka profit yang diperoleh adalah Rp10.000.000 dikurangi Rp8.000.000, yaitu Rp2.000.000.

Profit sendiri terbagi lagi menjadi yang namanya gross profit dan net profit.

#1 Gross Profit

Gross profit adalah pendapatan dikurangi dengan cost of goods sold (COGS) atau dalam bahasa Indonesia dikenal dengan Harga Pokok Penjualan (HPP).

HPP terdiri dari biaya-biaya yang terkait langsung dengan produksi suatu barang.

Contoh HPP adalah biaya pembelian bahan baku dan biaya upah karyawan produksi.

[Baca Juga: Ada 10 Manfaat Membuat Website untuk Kemajuan Bisnis Anda?]

#2 Net Profit

Net profit adalah nilai gross profit yang dikurangi dengan biaya yang tidak langsung berhubungan dengan proses produksi, namun biaya-biaya ini harus dikeluarkan agar barang/jasa dapat sampai di tangan pembeli.

Contohnya adalah biaya promosi, pajak, dan keperluan lainnya.

Pengertian Cashflow (Arus Kas)

Dalam Laporan Arus Kas, terdapat arus kas masuk dan arus kas keluar.

Arus kas masuk dicatat saat ada penerimaan uang tunai pada kas atau penerimaan pada akun bank perusahaan, sedangkan arus kas keluar dicatat saat uang keluar dari kas harian maupun dari akun bank perusahaan.

Arus kas masuk tidak selalu sama waktunya dengan terjadinya penjualan.

Misalkan jika perusahaan memberikan tenggang waktu pembayaran dari saat terjadinya transaksi penjualan barang.

Contohnya, Perusahaan A bergerak sebagai distributor ban mobil. Kemudian ada customer membeli 10 buah ban mobil seharga Rp3.000.000.

Lalu Perusahaan A memberikan kebijakan pembayaran dilakukan dalam 30 hari dari tanggal pembelian ban.

Maka saat terjadi transaksi, Perusahaan A akan mencatat penjualan barang Rp3.000.000 dan piutang dengan nilai yang sama serta Perusahaan A belum bisa mencatat adanya arus kas masuk dari penjualan ban tersebut.

[Baca Juga: Perbedaan antara Bisnis Jenis S dan Bisnis Jenis B (Cashflow Quadrant)]

Selain Laporan Laba Rugi, Laporan Arus Kas juga sangat penting untuk diperhatikan.

Jika pendapatan suatu perusahaan tinggi, tetapi semuanya masih berupa piutang, artinya tidak tersedia kas untuk menjalankan operasional perusahaan. Ini kondisi yang berbahaya.

Jadi bukan melulu menggenjot penjualan, tetapi perusahaan juga perlu melakukan manajemen dan perencanaan arus kas dengan baik.

Tanpa ketersediaan kas di kantong perusahaan, operasional lainnya yang harus dikeluarkan sehari-hari bisa terhenti.

Untuk bisa mengatur cashflow keuangan bisnis dengan baik, pebisnis terlebih dulu harus mengetahui cara mengatur keuangan bisnis dan pribadi lewat audiobook yang sudah disiapkan oleh Finansialku berikut ini.

Menjaga Keseimbangan Cashflow, Revenue, dan Profit Perusahaan

Banyak usaha yang hanya berfokus pada laba rugi atau pendapatan dan profit tinggi, namun lupa bahwa mengatur keluar masuknya arus kas perusahaan adalah hal yang sama pentingnya.

Padahal, ketiganya harus benar-benar diperhatikan supaya perusahaan berjalan baik.

Dalam menawarkan produk dan jasa, suatu perusahaan akan bersaing dengan perusahaan lain. Persaingan yang terjadi bisa dalam bentuk harga, model, ataupun kualitas.

Jika persaingan ketat, bisa saja suatu perusahaan menawarkan harga jual rendah, dengan keuntungan yang tipis.

[Baca Juga: Wajib Baca! 11 Kiat Sukses Memiliki Motivasi Bisnis Dimulai dari Disiplin Diri]

Mengapa hal ini terjadi? Lebih baik perusahaan dapat tetap berjalan dengan keuntungan sedikit dibandingkan dengan tidak ada pesanan yang masuk sama sekali.

Walaupun keuntungannya sedikit, tapi tetap dapat menutup biaya-biaya yang harus dikeluarkan untuk berjalannya operasional.

Dengan demikian, perencanaan dan pencatatan keuangan untuk perusahaan sangat penting. Keduanya harus dilakukan secara sungguh-sungguh dan detail.

Suatu perusahaan dapat dikatakan sehat secara keuangan jika mampu menyediakan barang atau jasa yang pendapatannya menghasilkan keuntungan, dan juga mampu melakukan perencanaan arus kas dengan baik.

Di sinilah akuntan berperan penting untuk membuat berbagai catatan keuangan termasuk revenue, profit, dan cashflow.

Tujuannya untuk mendeteksi kesehatan keuangan perusahaan dari laporan keuangan yang dihasilkan.

Deteksi tersebut dilakukan melalui rasio-rasio atau perbandingan item-item pada laporan keuangan yang akan dianalisis.

Rasio yang dimaksudkan di antaranya, gross profit margin dan net profit margin.

Gross profit margin digunakan untuk membandingkan laba kotor perusahaan dengan pendapatan.

Hasilnya akan menggambarkan efisiensi perusahaan dalam penggunakan bahan baku dan tenaga kerja langsung dalam menghasilkan keuntungan.

Sementara net profit margin digunakan untuk membandingkan laba bersih perusahaan dengan pendapatan.

Dari net profit margin, para investor dapat membandingkan satu perusahaan dengan perusahaan lain (dalam bidang usaha yang sama) mana yang laba bersihnya paling tinggi.

Menjalankan Bisnis Harus Cerdas dan Berani

Setelah mempelajari sedikit mengenai revenue, profit, dan cashflow, diharapkan kamu dapat mulai merencanakan bisnis dengan perhitungan yang lebih baik, tidak asal untung atau asal penjualan tinggi.

Sebagai pebisnis, kamu tidak boleh berhenti belajar dan mengikuti perkembangan ekonomi.

Selamat berbisnis dan bermanfaat bagi banyak orang!

Apakah artikel ini bermanfaat bagi kamu? Bagikan juga untuk rekan-rekan lainnya ya!

Sumber Referensi :

    Blaine Bertcsh. 14 April. Revenue vs. Profit vs. Cash Flow – Know The Danger. Info.dryrun.com – https://goo.gl/NR7JBs

Sumber Gambar:

    Gross Profit – https://goo.gl/KqB5nb

    Cash Flow, Revenue, Profit – https://goo.gl/9zJzoH

    Cash Flow, Revenue, Profit 2 – https://goo.gl/eU4XVw

Free Download Ebook Panduan Investasi Saham Untuk Pemula