Allianz Life Indonesia, Bertransformasi Menjadi Digital Insurer
Mike Sutton, Chief Information Officer Allianz Life Indonesia.

Setelah dua tahun dihampiri pandemi, masyarakat nasabah (pemegang polis) asuransi merasa makin membutuhkan layanan berbasis digital. Pasalnya, mereka membutuhkan keamanan dan kenyamanan, terutama di saat-saat puncak merebaknya wabah Covid-19 itu.

Hal itu pun sudah dipahami PT Asuransi Allianz Life Indonesia. “Kami harus bertransformasi menjadi digital insurer, perusahaan asuransi yang akan mengoptimalkan digitalisasi dalam menyediakan solusi dan layanan asuransi untuk nasabah,” kata Mike Sutton, Chief Information Officer Allianz Life Indonesia.

Proses transformasi digital Allianz Indonesia dijalankan penuh oleh tim internal, dengan mengoptimalkan jaringan global Allianz di lebih dari 70 negara. Allianz juga membentuk agile team lintas fungsional yang diberdayakan untuk mendorong inisiatif digital di semua titik kontak dengan nasabah.

Di Indonesia, bisnis Allianz didukung oleh lebih dari 1.000 karyawan dan lebih dari 40.000 tenaga pemasar. Juga ditunjang oleh jaringan mitra perbankan dan mitra distribusi lainnya.

Allianz Indonesia telah menghadirkan berbagai inisiatif, yang disesuaikan dengan kebutuhan nasabah dan bisa memberikan kemudahan. Salah satunya melalui Allianz eAZy Connect, yang memungkinkan nasabah mengakses, memantau informasi, dan mengelola polis asuransi secara mandiri, di mana saja, dan kapan saja hanya dengan satu aplikasi.

Di antara hasil transformasi digital tersebut, selama masa pandemi nasabah dapat dengan cepat dan aman berinteraksi dengan Allianz tanpa perlu melakukan tatap muka dengan petugas perusahaan asuransi ini. Tersedia portal nasabah pada website korporat, yang dapat diakses untuk mendapatkan informasi polis asuransi, melakukan transaksi atau perubahan pada polis, serta mengunduh laporan transaksi.

“Kami harus bertransformasi menjadi digital insurer, perusahaan asuransi yang akan mengoptimalkan digitalisasi dalam menyediakan solusi dan layanan asuransi untuk nasabah.”

Mike Sutton, Chief Information Officer Allianz Life Indonesia.

Hingga akhir 2021, layanan digital tools Allianz Indonesia menunjukkan peningkatan penggunaan. Pengajuan polis secara online untuk asuransi jiwa menyumbang 99% dari total pengajuan polis dari kanal distribusi keagenan dan bancassurance. Selanjutnya, e-policy (polis elektronik) menyumbang 63% dari polis yang baru diterbitkan. Adapun untuk klaim asuransi kesehatan online, lebih dari 53% diselesaikan dalam waktu 24 jam.

Menurut Mike, sejauh ini pihaknya mendapatkan nilai kepuasan nasabah ⸺diwakili skor NPS⸺ yang sangat bagus. Ia menyebutkan, selama enam tahun berturut-turut Allianz Indonesia mendapatkan predikat Loyalty Leader dibandingkan dengan beberapa pelaku industri asuransi jiwa dan kesehatan lainnya.

“Tingkat penggunaan digital tools yang terus meningkat, dan apresiasi nasabah akan tingkat kecepatan dan kemudahan dalam berinteraksi dengan kami, menjadi salah satu indikator kesuksesan transformasi digital yang kami lakukan selama beberapa tahun terakhir,” kata Mike.

Saat ini, layanan Allianz Indonesia telah dipercaya untuk melindungi lebih dari 10 juta tertanggung di Indonesia. “Kami akan terus meningkatkan solusi digital yang kami miliki untuk membuat pengalaman berasuransi nasabah dan cara berinteraksi nasabah dengan Allianz semakin baik, terutama dalam hal keamanan dan efektivitas,” demikian janji Mike. (*)

Jeihan K. Barlian

www.swa.co.id