media-nasional.com – Akibat pandemi covid-19 yang berlangsung lebih dari dua tahun, perekonomian dunia terancam memasuki masa resesi di tahun 2023 yang akan datang. Ada sektor-sektor ekonomi yang justru kuat dan mampu menahan dari krisis ekonomi dunia, sektor itu adalah UMKM, salah satu pelaku UMKM adalah Mak Sani penjual nasi pecel yang berhasil mengantarkan 8 putra-putrinya menjadi sarjana di berbabagai bidang keilmuan dan semua anaaknya mentas menjadi orang-orang yang sukses.

Ikuti perjalanan hidup Mak Sani dalam cerita berikut ini.

“Perlu nasi berapa bungkus Pak Guru”

Sapa Mak Sani ketika melihat kehadiran saya

di warungnya. Tiga bungkus Mak, tambah satu untuk saya makan di sini,”

jawab saya sambil duduk lesehan di warung Mak Sani, yang akrab dipanggil Mak Sani oleh para pelanggannya.

“Masih libur ya Pak Guru, kok masih di rumah sampai jam segini, biasanya kalau gak libur jam enam pak guru sudah berangkat,” kata Mak Sani sambil menyerahkan sepiring nasi pecel pesanan saya.

“Iya Mak, masih libur tapi nanti siang saya ke Madrasah ada rapat,” kata saya sambil menikmati menu sarapan favorit saya nasi pecel Mak Sani.

“Enak ya Pak Guru, libur tetap dibayar, kalau saya libur gak jualan mana dapat uang?” jawab Mak Sani sambil membungkuskan pesanan nasi pecel untuk yang di rumah.

“Tapi Mak Sani juga enak, kerja langsung dibayar, kalau saya kerja satu bulan dulu baru dibayar Mak,” protes saya.

“Ini tehnya Pak Guru,” kata Mak Sani sambil menyerahkan teh manis pesanan saya.

“Makasih Mak, tehnya masih tetap manis, semanis Mak Sani,” kata saya menggoda Mak Sani.

“Pak Guru bisa saja, Mak sudah tua, Pak Guru, anak delapan semuanya butuh biaya untuk makan, untuk sekolah dan lainlain,

Bapaknya sudah tak bisa bekerja, karena sakit sakitan,” kata Mak Sani sambil menyerahkan 3 bungkus nasi pesanan saya.

“Makasih Mak, tehnya masih tetap manis, semanis Mak Sani,” kata saya menggoda Mak Sani.

“Pak Guru bisa saja, Mak sudah tua, Pak Guru, anak delapan semuanya butuh biaya untuk makan, untuk sekolah dan lainlain, Bapaknya sudah tak bisa bekerja, karena sakit sakitan,” kata Mak Sani sambil menyerahkan 3 bungkus nasi pesanan saya.

“Mak Sani tahu resesi ekonomi?” tanya Pak Guru. “Apa ? Resesi, tidak tahu dan tidak kenal”, itu nama istri Pak Guru?” jawab Mak Sani dengan nada bingung. Ya sudah Mak tak perlu saya jelaskan, dari pada Mak Sani tambah bingung.

“Yang penting saya bisa jualan nasi setiap hari dan bisa membiayai anak-anak yaang sekolah dan kuliah”, jawab Mak Sani

“Sabar Mak, pahala Mak Sani lebih banyak dan lebih besar dari saya, coba bandingkan, Mak Sani bisa membiayai 8 anak, dengan hanya berjualan nasi pecel, pasti Allah SWT akan mencatat semua amal ibadah Mak Sani dalam merawat, mendidik, menyekolahkan dan nanti juga akan membiayai pernikahan mereka, jerih payah Mak Sani nanti akan mengantarkan Mak Sani masuk surga,” kata saya menghibur Mak Sani.

Ya memang dengan usia yang sudah berkepala enam, tepatnya 62 tahun usianya, Mak Sani tetap berjualan nasi pecel dan itu sudah dilakoni selama 17 tahun, sejak suaminya menderita sakit stroke dan sudah tidak bisa bekerja lagi sebagai tukang kayu.

Sejak itu, Mak Sani yang dibantu beberapa anaknya yang sudah dewasa berjualan nasi pecel di depan rumahnya.

Kehidupan manusia memang di tangan Allah SWT, yang mengatur rezekinya, yang mengatur jodohnya dan menentukan ajalnya, kita hanya bisa berusaha dan terus berusaha mencari rezeki yang halal untuk keluarga kita.

“Berapa seluruhnya Mak,” tanya saya sebelum beranjak pergi.

“Semuanya Rp 35.000,00 Pak Guru,” jawab Mak Sani.

“Ini Mak, sisanya untuk Andi, putra bungsu Mak,” kata saya sambil menyerahkan 4 lembar uang sepuluh ribuan.

“Alhamdulillah, terima kasih Pak Guru, semoga dibalas Allah SWT, dengan balasan yang berlipat ganda,” kata Mak Sani.

Pedagang kecil seperti Mak Sani tak kenal resesi, yang diharapkan setiap hari jualannya laris untuk menghidupi keluarganya.

Bagaaimana menurut pendapat Anda?

Kota Pahlawan, 19 Oktober 2022

    Isti Yogiswandani 19 Oktober 2022 15:181 jam lalu
    Jd pengin nasi pecel..

Jd pengin nasi pecel..

KOMPASIANA ARENA

    Survei Pembaca Kompasiana 2022 Berhadiah 1 Juta Rupiah!

    TTS – Teka – Teki Santuy Eps 101 Kanker Paling Mematikan

    TTS – Teka – Teki Santuy Eps 100 Ragam Batik Nusantara

Survei Pembaca Kompasiana 2022 Berhadiah 1 Juta Rupiah!

TTS – Teka – Teki Santuy Eps 101 Kanker Paling Mematikan

TTS – Teka – Teki Santuy Eps 100 Ragam Batik Nusantara