Pemerintah Diminta Naikkan Harga Rumah Subsidi oleh APERSI

2 menit

APERSI meminta pemerintah untuk menaikkan harga rumah subsidi karena beberapa hal. Salah satunya karena BBM. Cek informasi selengkapnya di sini.

Asosiasi Pengembang Perumahan dan Permukiman atau APERSI meminta pemerintah untuk menyesuaikan harga hunian subsidi yang kabarnya belum naik selama tiga tahun terakhir.

Melansir laman ekonomi.bisnis.com, Sekretaris Jenderal DPP Apersi Daniel Djumali mengungkap, ada alasan pemerintah mesti menaikkan harga rumah subsidi.

Seperti imbas inflasi dan kondisi ekonomi makro di mana membuat banyak kebutuhan material untuk membangun rumah menjadi tinggi.

Belum lagi UMR yang setiap tahunnya terus merangkak naik.

“Soal harga rumah subsidi saya rasa, sudah waktunya disesuaikan karena sudah hampir tiga tahun harga tidak naik. Padahal, kalau kita lihat lagi UMR pun tiap tahun naik,” jelas Daniel, dikutip ekonomi.bisnis.com.

Kemudian faktor yang membuat harga hunian perlu disesuaikan lantaran harga BBM yang berimbas pada banyak hal, termasuk ongkos transportasi pengiriman material bahan bangunan.

Masih melansir laman ekonomi.bisnis.com, sebelumnya, pihak APERSI juga sudah mengusulkan agar ada penyesuaian harga rumah subsidi mencapai 7 persen untuk tahun ini.

Klaim Daniel, kenaikan harga rumah yang mencapai 7 persen tak akan memberatkan masyarakat dengan UMR saat ini.

“Seharusnya wajar disesuaikan dan pasti gak memberatkan konsumen karena pendapatannya pun sudah naik, saya sudah itung. Makanya kenapa Apersi usul sekitar 7 persen itu kurang lebih sama dengan UMR selama 3 tahun,” jelasnya.

Tanggapan Pemerintah soal Permintaan APERSI untuk Menaikkan Harga Rumah Subsidi

sumber: apersi.or.id

Menukil laporan dari ekonomi.bisnis.com, permintaan untuk menaikkan harga dari APERSI belum diberi kepastian oleh pemerintah sebab terkendala beberapa faktor.

Contohnya regulasi dan kebijakan dari kementerian terkait.

Pihak Kementerian PUPR, dalam hal ini Kepala Biro Komunikasi Publik Kementerian PUPR Endra S. Atmawidjaja mengungkap, pihak PUPR sebenarnya sudah mengajukan anggaran rumah subsidi dan perihal kenaikan harga yang mencapai 7 persen.

Akan tetapi sampai saat ini belum terwujud karena masih menunggu  kebijakan dari Kementerian Keuangan.

“Kenapa agak lambat karena kan dari [kementerian] keuangan harus menghitung lagi dampak dari kenaikan harga BBM, jangan sekali dikeluarin angkanya langsung tidak valid lagi langsung absolut karena dampak kenaikan BBM. Itu kan bukan hanya solar yang naik seluruh material konstruksi naik, jadi pasti itu terdampak,” ungkapnya.

***

Semoga bermanfaat, Property People.

Baca artikel menarik lain di Google News Berita 99.co Indonesia.

Pesona Prima Cikahuripan 5 & 6 dapat menjadi pilihan tepat andai kamu sedang mencari rumah terjangkau di daerah Cileungsi, Bogor.

Informasi lebih lengkap, klik www.99.co/id dan rumah123.com yang selalu #AdaBuatKamu.

Cek sekarang juga!

Artikel ini bersumber dari www.99.co.