media-nasional.com – Per 10 April 2020, diberlakukan pembatasan sosial berskala besar (PSBB) di wilayah DKI Jakarta. Pemerintah juga sudah menyetujui PSBB untuk sebagian wilayah Jawa Barat dan Banten.
Kementerian Kesehatan telah mengatur detail mengenai PSBB melalui Peraturan Menteri Kesehatan Nomor 9 Tahun 2020.
Tak menutup kemungkinan, wilayah lain di Indonesia memberlakukan hal ini juga, lho.
Syarat penerapan PSBB adalah kenaikan jumlah kasus atau jumlah kematian karena corona secara signifikan, dan adanya kemiripan kasus di suatu wilayah dengan wilayah atau negara lain.
Nah, sebenarnya, apa sih dampak dari pembatasan sosial berskala besar, terutama untuk industri, bisnis, dan kamu yang memiliki pekerjaan tertentu?
Ada 3 kemungkinan kebijakan perusahaan menyesuaikan dengan PSBB, yaitu berhenti sementara, tetap beroperasi, atau beroperasi di rumah.
Berikut rinciannya:
1. Berhenti sementara
© Pexels
Sebenarnya, sebelum angka infeksi baru dan kematian karena corona tinggi dan diberlakukan pembatasan sosial berskala besar, beberapa industri sudah menutup operasinya.
Apabila PSBB berlaku, maka semakin banyak usaha dan industri terdampak corona yang berhenti beroperasi.
Dikutip dari Tempo, di antaranya adalah:
Selain itu, terdapat beberapa catatan, seperti:
2. Tetap beroperasi
© Pexels
Dalam pemberlakuan pembatasan sosial berskala besar, ada banyak industri yang terpaksa berhenti beroperasi.
Namun, tentu ada pengecualian, terutama agar sektor kesehatan, logistik, makanan, dan ekonomi tetap berjalan.
Dikutip dari Liputan 6, inilah sektor-sektor yang boleh tetap beroperasi meski pembatasan sosial berskala besar diberlakukan:
3. Beroperasi dari rumah
© EyeEm.com
Dalam peraturan menteri kesehatan, apabila PSBB diberlakukan, semua pekerja wajib bekerja di rumah, atau diliburkan, kecuali industri dan bisnis yang masuk dalam pengecualian.
Beberapa pekerjaan dalam industri tertentu sangat memungkinkan untuk dikerjakan di rumah. Tentu hal ini bisa dipilih agar operasional perusahaan tetap berjalan.
Kebijakan work from home ini sebenarnya sudah didorong oleh Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan sebelum pemberlakuan PSBB.
Dikutip dari Detik, sebelum pembatasan sosial berskala besar diberlakukan, Anies Baswedan sebenarnya telah memerintahkan seluruh perkantoran Jakarta untuk tutup.
Perintah ini disampaikan melalui Seruan Gubernur Nomor 6 Tahun 2020 yang terbit tanggal 20 Maret 2020 lalu.
Itu dia informasi mengenai industri, usaha, bisnis, dan pekerjaan yang mengalami dampak pembatasan sosial berskala besar alias PSBB.
Kamu harus menaatinya, ya! Ingat, dikutip dari Detik, pelanggaran peraturan PSBB akan mendapat hukuman maksimal 1 tahun penjara dan denda maksimal Rp 100 juta.
Hukuman ini tentu masih harus dikaji lebih lanjut karena, dilansir dari Tirto, masih banyak hal yang harus dipertimbangkan seperti penuhnya lapas dan lain-lain.
Dengan atau tanpa hukuman, Glints berharap, kamu tetap menaati kaidah pembatasan sosial berskala besar. Pasalnya, ini adalah salah satu upaya untuk menekan angka penyebaran covid-19, agar semua bisa kembali normal.
Kalau kamu ingin berdiskusi lebih lanjut dan mendapat informasi tambahan dari sesama profesional, kamu bisa bergabung di komunitas Glints. Tunggu apa lagi?Daftar sekarang, ya!