media-nasional.com – Saham-saham Inggris berakhir di wilayah positif pada perdagangan Rabu waktu setempat (3/8/2022), membalikkan kerugian selama dua hari berturut-turut, dengan indeks acuan FTSE 100 di Bursa Efek London menguat 0,49 persen atau 36,57 poin, menjadi menetap di 7.445,68 poin.

Indeks FTSE 100 sedikit melemah 0,06 persen atau 4,31 poin menjadi 7.409,11 poin pada Selasa (2/8/2022), setelah merosot 0,13 persen atau 10,01 poin menjadi 7.413,42 poin pada Senin (1/8/2022), dan terkerek 1,06 persen atau 78,18 poin menjadi 7.423.43 poin pada Jumat (29/7/2022).

Avast PLC, sebuah sebagai perusahaan produsen perangkat lunak keamanan siber yang merancang dan mengembangkan solusi infrastruktur keamanan berbasis cloud multinasional Inggris melejit 43,75 persen, menjadi pencetak keuntungan tertinggi (top gainer) dari saham-saham unggulan atau blue chips.

Diikuti oleh saham salah satu perusahaan properti dan pengembang perumahan terbesar di Inggris Taylor Wimpey PLC yang melambung 5,50 persen, serta perusahaan yang mendistribusikan berbagai macam produk konsumen ritel Inggris Ocado Group PLC melonjak 4,90 persen.

Sementara itu, Evraz PLC, sebuah perusahaan manufaktur dan pertambangan baja multinasional Inggris yang sebagian dimiliki oleh oligarki Rusia membukukan kerugian paling besar (top loser) di antara saham-saham unggulan, dengan harga sahamnya terjungkal 12,59 persen.

Disusul oleh saham perusahaan pertambangan logam mulia Meksiko yang didirikan di Inggris dan berkantor pusat di Mexico City Fresnillo PLC terpuruk 5,03 persen, serta perusahaan induk untuk sekelompok perusahaan yang memproduksi beragam bahan kimia dan produk kimia Croda International PLC tergelincir 3,32 persen.

Artikel ini bersumber dari antaranews.com