media-nasional.com – Festival musik Berdendang Bergoyang di Istora Senayan, Jakarta Pusat jadi sorotan setelah polisi menyetop acara yang berlangsung tiga hari berturut-turut itu karena insiden puluhan penonton pingsan.

Acara Berdendang Bergoyang harusnya digelar mulai Jumat 28 Oktober hingga Minggu 30 Oktober. Namun polisi akhirnya memutuskan mencabut izin hari ketiga karena terjadi sejumlah pelanggaran.

Kapolres Metro Jakarta Pusat , Kombes Pol Komarudin mengatakan pihaknya memberhentikan konser musik tersebut dengan alasan keselamatan dan keamanan lantaran kapasitas penonton yang melebihi aturan.

“Kami menilai bahwa kondisinya sangat tidak memungkinkan, overload atau overkapasitas, saat ini cukup membahayakan,” katanya saat dihubungi wartawan, Minggu.

Menurut dia, jumlah penonton konser musik tersebut menyentuh angka 21.000 ribu lebih penonton. Sementara Istora Senayan memiliki kapasitas maksimal 10.000 penonton yang bisa tertampung.

“Istora itu maksimal 10.000 orang, tapi hasil pantauan kami 21.000 lebih penonton, jadi kita hentikan secara terpaksa kegiatannya,” ujarnya.

Dengan begitu, hari ketiga festival musik itu akhirnya batal digelar karena izinnya telah dicabut pihak Polres Metro Jakarta Pusat .

Adapun polisi menghentikan acara tersebut pada pukul 22.10 WIB karena terjadi penumpukan sejumlah penonton yang sangat membahayakan keselamatan dan keamanan. Akibat kelebihan kapasitas tersebut bahkan mengakibatkan sejumlah penonton pingsan.

‚ÄúDengan jumlah pengunjung yang tembus lebih dari 21 ribu, ini juga tentunya sangat berisiko. Terbukti dari kegiatan tadi, ada beberapa masyarakat yang pingsan, karena memang di dalam, termasuk juga di pintu masuk istora,” kata Kombes Kamarudin, dikutip Pikiran-Rakyat.com dari PMJ News.

Tak hanya itu, kata Kamarudin, kepolisian juga menemukan sejumlah pelanggaran lain sejak awal acara tersebut digelar.

“Dari fakta-fakta yang kami temukan sejak kemarin sudah banyak sekali pelanggaran yang kami temukan, dari overkapasitas yang ada termasuk juga jam yang diberikan,” katanya.

Selain itu, dua penanggung jawab acara pun tak luput dari pemeriksaan polisi. Mereka dimintai keterangan seputar jumlah tiket yang dijual melebihi kapasitas dan surat izin yang dikantongi penyelenggara.***