TRIBUNSTYLE.COM – Menyambut Tahun Baru Islam 2022 atau 1 Muharram 1444 H, umat muslim tentunya saling berlomba melakukan amal kebaikan.

Selain mengerjakan ibadah wajib dan introspeksi diri menyambut tahun yang baru, ada sejumlah amalan sunnah yang bisa dilakukan.

Salah satunya membaca doa akhir tahun dan awal tahun baru Islam, seperti apa?

Tak lama lagi Tahun Baru Islam 1444 akan datang.

Ada sejumlah ibadah yang bisa dilakukan untuk menyambutnya, selain menunaikan sholat lima waktu.

Selain itu memperbaiki diri dari kekurangan di tahun lalu agar menjadi pribadi yang lebih baik di hari esok juga penting dilakukan.

Berdasarkan Surat Keputusan Bersama (SKB) tiga menteri yakni Menteri Agama, Menteri Ketenagakerjaan dan Menteri Pendayaagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi yang ditetapkan 7 April 2022 lalu, Tahun Baru Islam 2022 ditetapkan jatuh pada Sabtu, 30 Juli 2022.

Baca juga: Kapan Jadwal Puasa Tasua dan Asyura di Bulan Muharram? Lengkap Bacaan Niat, Tata Cara dan Keutamaan

Baca juga: 5 Tradisi Unik Menyambut Tahun Baru Islam 1 Muharram 1444 H di Indonesia, dari Kirab hingga Ledung

Sambut 1 Muharram, Jangan Lupa Amalkan Doa Akhir Tahun & Awal Tahun Baru Islam 2022, Rugi Dilewatkan
Doa akhir tahun dan awal tahun baru Islam (Freepik.com/starline)

Muharram merupakan bulan pertama pada penanggalan Islam atau Hijriah.

Kata Muharram memiliki arti “bulan pertama tahun Islam”.

Bacaan Doa Akhir Tahun dan Awal Tahun Baru Islam, dikutip dari Habib Sayyid Utsman bin Yahya dalam kitab Maslakul Akhyar:

Doa Akhir Tahun

بِسْمِ اللهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيْمِ
وَصَلَّى اللهُ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى اَلِهِ وَصَحْبِهِ وَسَلَّمَ اَللَّهُمَّ مَا عَمِلْتُ فِى هَذِهِ السَّنَةِ مِمَّا نَهَيْتَنِى عَنْهُ فَلَمْ اَتُبْ مِنْهُ وَلَمْ تَنْسَهُ وَحَلِمْتَ عَلَىَّ بَعْدَ قُدْرَتِكَ عَلَى عُقُوْبَتِى وَدَعَوْتَنِى اِلَى التَّوْبَةِ بَعْدَ جَرَا ئَتِى عَلَى مَعْصِيَتِكَ فَإِنِّى اَسْتَغْفِرُكَ فَغْفِرْلِى وَمَا عَمِلْتُ فِيْهَا مِمَّا تَرْضَاهُ وَوَعَدْتَنِى عَلَيْهِ الثَّوَابَ فَاَسْأَلُكَ اَللَّهُمَّ يَاكَرِيْمُ يَاذَ الْجَلاَلِ وَاْلاِكْرَامِ اَنْ تَتَقَبَّلَهُ مِنِّى وَلاَ تَقْطَعَ رَجَائِى مِنْكَ يَاكَرِيْمُ وَصَلَى اللهُ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى اَلِهِ وَصَحْبِهِ وَسَلَّمَ

Bismillaahir-rahmaanir-rahiim, Wa shallallaahu ‘ala sayyidinaa Muhammadin wa ‘alaa aalihi wa shahbihii wa sallam. Allaahumma maa ‘amiltu fi haadzihis-sanati mimmaa nahaitani ‘anhu falam atub minhu wa lam tardhahu wa lam tansahu wa halamta ‘alayya ba’da qudratika ‘alaa uquubati wa da’autani ilattaubati minhu ba’da jur’ati alaa ma’siyatika fa inni astaghfiruka fagfirlii wa maa ‘amiltu fiihaa mimma tardhaahu wa wa’adtani ‘alaihits-tsawaaba fas’alukallahumma yaa kariimu yaa dzal-jalaali wal ikram an tataqabbalahuu minni wa laa taqtha’ rajaai minka yaa karim, wa sallallaahu ‘alaa sayyidinaa Muhammadin Nabiyyil ummiyyi wa ‘alaa ‘aalihii wa sahbihii wa sallam

Artinya:


Artikel ini bersumber dari style.tribunnews.com.