Jakarta: Sejumlah peristiwa terjadi di Tanah Air sepanjang Sabtu, 16 Juli 2022. Beberapa di antaranya menjadi pemberitaan di kanal Daerah, medcom.id.
 
Peristiwa-peristiwa itu antara lain, kelompok kriminal bersenjata (KKB) di Papua yang kembali membantai sejumlah warga sipil. Ada pula kasus gigitan anjing rabies di NTT yang memakan korban jiwa seorang anak. Berikut ulasannya.
 
1. Bocah 7 Tahun di Flores Meninggal usai Digigit Anjing Rabies

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Seorang anak berusia tujuh tahun di Kabupaten Nagekeo, Flores, Nusa Tenggara Timur (NTT) meninggal setelah satu bulan digigit anjing rabies di leher.
 
Korban berasal dari Kelurahan Olakile, Kecamatan Boawae anjing rabies pada Juni 2022, namun tidak diberikan suntikan vaksin antirabies (VAR) dan Serum antirabies (SAR) oleh pihak berwenang setempat. Ia dilarikan ke puskesmas pada Kamis, 15 Juli dan meninggal pada Jumat sore, 16 Juli.
 
Pemerhati Rabies yang juga Satuan Medis Fungsional Penyakit Dalam Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) TC Hillers Maumere, Sikka, Asep Purnama, mengatakan, anak tersebut dilarikan ke Puskesmas Boawae dalam kondisi gelisah, takut air (hydrophobia) dan takut angin (aerophobia).
 
Selengkapnya, di sini
 
2. 11 Korban Serangan KKB Egianus Kogoya Dievakuasi ke Timika
 
 Sebanyak 11 orang yang menjadi korban penembakan dan penganiayaan kelompok kriminal bersenjata (KKB) di Nogolaid, Kabupaten Nduga, Papua, dievakuasi ke Timika, Sabtu, 16 Juli 2022.
 
Komandan Lanud Yohanis Kapiyau Letkol Pnb Slamet Suhartono menyatakan evakuasi para korban menggunakan empat armada, yakni satu pesawat dan tiga helikopter milik TNI-Polri.
 
Armada yang dikerahkan untuk mengevakuasi para korban, yaitu satu pesawat milik Rimbun Air, helikopter Caracal TNI-AU, helikopter Bell milik Penerbad, dan helikopter Polri. Evakuasi berjalan lancar dengan pengawalan ketat anggota dan saat ini semua korban sudah berada di Timika, jelas Letkol Pnb Slamet.
 
Selengkapnya, di sini
 
3. 2 Ribu Rumah di 8 Kecamatan Terdampak Banjir Bandang Garut
 
Intensitas hujan tinggi menyebabkan 8 kecamatan di Kabupaten Garut, Jawa Barat terendam banjir bandang. Ratusan warga mengungsi ke lokasi lebih aman sementara puluhan orang lainnya terjebak di rumah mereka.
 
Banjir bandang menerjang pada Jumat, 15 Juli pukul 17.30 WIB sore dan musibah tersebut tidak ada korban jiwa. Kejadian itu, telah menyebabkan 2.000 rumah terdampak meski hingga kini belum ada laporan adanya korban jiwa.
 
Bupati Garut, Rudy Gunawan mengatakan, banjir bandang yang terjadi di wilayahnya telah menyebabkan 8 kecamatan terendam banjir bandang menerjang Cikajang, Bayongbong, Cilawu, Garut Kota, Tarogong Kidul, Cibatu, Banyuresmi dan Karangpawitan.
 
Selengkapnya, di sini 
 

(MEL)

Artikel ini bersumber dari www.medcom.id.