Jakarta, CNN Indonesia

Hampir setiap tahun DKI Jakarta dilanda banjir. Masalah ini terjadi sudah sejak lama. Guna mengatasi hal ini, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta terus melakukan berbagai mitigasi.

Antara lain program gerebek lumpur di berbagai titik sungai dan setu di Jakarta, hingga pembuatan sumur resapan supaya air hujan terserap secara optimal dan tidak menimbulkan genangan.

Saat ini, Jakarta tengah mengembangkan sistem pengendali banjir atau Flood Control System berbasis teknologi informasi dan komunikasi (TIK). Teknologi ini guna mengetahui dan mendistribusikan informasi terkait banjir di Jakarta secara otomatis.

Kepala Dinas Komunikasi, Informatika, dan Statistik (Diskominfotik) DKI Jakarta, Atika Nur Rahmania beberapa waktu lalu mengatakan, teknologi ini berbasis Internet of Things (IoT).

“Dengan membangun sistem ini, kami bertujuan untuk meningkatkan kesadaran masyarakat akan situasi bencana, mempercepat respons terhadap penanggulangan bencana berbasis sistem, mempersiapkan kondisi darurat banjir, dan melakukan pemantauan secara real-time,” kata Atika dilansir dari deticom yang mengutip Situs Pemprov DKI, Kamis (2/6).

Adapun pemanfaatan teknologi berbasis Internet of Things (IoT), dengan memasang 178 alat sensor di rumah pompa wilayah Jakarta yang dapat mengukur curah hujan, getaran, suhu, tinggi muka air, serta arus air.

Sensor IoT ini kemudian diintegrasikan dengan teknologi Artificial Intelligence (AI) dalam memproses dan menganalisis data.

Data yang masuk dari sensor yang telah dipasang tersebut akan menjadi sistem pemantauan, pengawasan, serta pengendalian banjir secara real-time.

Hal ini akan memberikan gambaran yang komprehensif terhadap kondisi potensi banjir di Jakarta, sehingga menghasilkan model prediksi banjir.

Gambaran dan model tersebut tidak hanya dapat menjadi peringatan dini untuk publik, namun juga bisa mendorong pembuatan data-driven policy atau kebijakan berbasis data terkait penanganan banjir di Jakarta.

Di samping pemanfaatan teknologi untuk mitigasi sebelum banjir tersebut, teknologi ini dapat digunakan ketika banjir dengan pengaturan operasi pintu air dan pompa secara otomatis, tergantung kondisi real-time.

Memudahkan Pemantauan dan Pembuatan Kebijakan Berbasis Data

Data streaming dari perangkat sensor IoT yang terhubung dengan data-data kritikal di lokasi yang diproses dan dianalisis secara real-time, berperan sangat penting dalam pencegahan, persiapan, serta merespons banjir.

Dengan Sistem Penanganan Banjir ini, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta dapat melakukan pemantauan, pengawasan, dan pengendalian banjir secara otomatis. Hal ini memudahkan aparatur Pemprov DKI Jakarta dalam mengambil keputusan untuk memitigasi banjir, sesuai potensi banjir yang ada.

Begitu pula dalam pengambilan keputusan terkait manajemen aset di aliran sungai dan menentukan langkah strategis penanganan banjir di tahap pra-kejadian, kejadian, serta pasca-kejadian.

Selain berperan penting untuk aparatur pemerintahan, sistem ini nantinya juga dapat memudahkan akses informasi kepada masyarakat terkait potensi banjir di Jakarta.

Sejumlah sensor canggih Flood Control System milik Jakarta.

Sensor Getar dan Suhu (Vibration and Temperature Sensor)

Sensor ini berfungsi untuk mengukur getaran dan suhu yang dihasilkan oleh mesin pompa ketika beroperasi. Dengan sensor ini, petugas bisa tahu apakah mesin pompa menyala atau tidak.

Selain itu, sensor ini dapat memonitor suhu mesin pompa ketika bekerja, apakah pompa dalam suhu normal atau tidak (overheat).

Sensor Tinggi Permukaan Air (Water Level Sensor)

Water Level Sensor ini digunakan untuk mengetahui ketinggian permukaan air dari waktu ke waktu, terutama pertambahan tinggi muka air ketika debit air mengalami peningkatan yang disebabkan oleh curah hujan maupun air kiriman.

Sensor Arus Air (Water Flow Sensor)

Perangkat sensor ini diletakkan di dalam sungai di mana terdapat arus yang stabil. Sensor ini memiliki dua buah corong untuk masuk dan keluar air. Setiap air yang masuk akan dihitung kecepatannya oleh sensor. Sehingga, sensor ini dapat mengukur kecepatan arus air yang mengalir di kali/sungai pembuangan.

Sensor Curah Hujan (Rainfall Sensor)

Seperti namanya, sensor ini berfungsi sebagai pengukur curah hujan. Curah hujan akan diukur menggunakan tipping bucket dengan kapasitas pengukuran 1 ml.

(rir)



Artikel ini bersumber dari www.cnnindonesia.com.